Tips agar album foto pernikahan enak dipandang mata

Cindy
Hits: 1624

Banyak Album Foto wedding tidak memuaskan, kenapa ya?

Kamu sering melihat Album foto wedding yang isinya biasa aja? Album foto tidak bercerita banyak? Isinya hanya seperti foto ijab Kabul, tukar cincin, orang bersalaman, atau orang sedang antri makanan. Lantas bagaimana agar album foto wedding hasilnya bisa maksimal?

Baca juga:
Photobooth Event Paket dan Harga Jakarta

Perlu kamu ketahui, pengambilan foto wedding, sebelum dan selama acara serta sesudah acara merupakan bagian tak terpisahkan dalam penyiapan sebuah album foto pernikahan. Banyak pasangan dan fotografer kadang hanya berfokus pada unsur atau sisi sisi umum atau tradisional pada saat acara saja. Padahal pasangan dan fotografer bisa bereksperimen dalam menghasilkan foto wedding dari sudut berbeda, dan tidak hanya terfokus pada acara resepsi saja.

Berikut adalah pengambilan foto wedding yang umum, atau tradisional dilakukan banyak pasangan selama ini :

  • Foto pasangan pengantin.
  • Foto pengantin Wanita saja.
  • Foto Pengantin wanita dengan ibu.
  • Foto Pengantin wanita dengan ayah.
  • Foto Pengantin dengan kedua orang tua
  • Foto orang tua pengantin wanita
  • Foto Pengantin wanita dengan kakek-nenek.
  • Foto Pengantin wanita dengan saudara kandung.
  • Foto Pengantin wanita dengan keluarga.
  • Foto pasangan denganPengiring pengantin.
  • Foto pasangan dengan gadis-gadis bunga.
  • Foto Pengantin wanita dengan gadis-gadis pengiring dan bunga.
  • Foto Pengantin pria.
  • Foto Pengantin pria dengan ibu.
  • Foto Pengantin pria dengan ayah.
  • Foto Pengantin pria dengan kedua orang tua.
  • Foto orang tua pengantin pria.
  • Foto Pengantin pria dengan kakek-nenek.
  • Foto Pengantin pria dengan saudara kandung.
  • Foto Pengantin pria dengan keluarga.
  • Foto Pengantin dengan setiap set orang tua.
  • Foto Pengantin dengan masing-masing keluarga dekat dan setiap set kakek-nenek.
  • Foto Pengantin dengan berbagai bibi / paman.
  • Foto Pengantin dengan Pastur / kiyai /WO.

Banyak foto menarik yang bisa diambil sebelum atau sesudah acara, beberapa pasangan yang akan menikah, bahkan secara khusus meminta fotografer untuk merekam pose-pose mereka sebelum dan sesudah acara resepsi.

Keputusan untuk melakukan pemotretan sebelum dan sesudah resepsi, sepenuhnya ada pada pasangan, tentu saja akan menambah budget untuk jasa fotografer. Akan tetapi foto-foto yang dihasilkan akan sangat beragam, sehingga album foto wedding yang dihasilkan akan sangat “berbicara” dan benar-benar mewakili kisah pernikahan secara keseluruhan.

Foto Sebelum Resepsi

Malam Midodareni, misalnya. Saat dimana para tetua keluarga berkumpul hangat di rumah pengantin wanita, banyak momen-momen mengharukan dan menunjukan hangatnya sebuah keluarga besar bisa dihasilkan disini.

Foto-foto Kesibukan para sahabat & saudara dekat menyiapkan segala pernik resepsi esok harinya, bisa menghidupkan album foto wedding kamu berdua.

Foto Sesudah Resepsi

Foto-foto anak-anak atau orangtua yang tertidur kelelahan setelah resepsi, tumpukan barang yang harus dibawa pulang, bisa jadi penutup yang manis dari album foto wedding kamu berdua.

Tips Foto Wedding

  • Bicarakan secara terbuka pada fotografer anda, seperti apa hasil yang pasangan inginkan dari sebuah album foto pernikahan/album foto wedding.
  • Minta fotografer untuk meliput, sebelum dan sesudah acara.
  • Ungkapkan ide-ide yang ada di benak kalian berdua.
  • Berikan data orang tua, keluarga, teman atau sahabat yang harus di liput secara khusus. Secara candid misalnya.

Sebarkan: